Rabu, 27 Januari 2016

Sejarah Asal Muasal Nama Pantai Sawarna

Sejarah asal muasal nama Pantai Sawarna

Sejarah asal muasal nama Pantai Sawarna
Tanjung Layar Sawarna. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Merdeka.com - Pantainya indah. Masih asri dan banyak didatangi wisatawan lokal maupun asing dari berbagai negara.

Gelombang tinggi ombaknya menjadi favorit para bule untuk berselancar atau surfing. Namun, akses jalannya masih buruk karena banyak jalan rusak dan minim penerangan.

Itulah sedikit gambaran dari Pantai Sawarna, Lebak, Banten. Tim Ekspedisi Menyapa Indonesia dari merdeka.com dan Potrait Of Indonesia mengunjunginya Senin (12/2) hingga Selasa (13/1).

Namun, tahukan Anda asal muasal nama Pantai Sawarna?

Nama pantai yang berada sekitar 30 km sebelah barat dari Pelabuhan Ratu itu berasal dari nama manusia. Edwin (24) seorang pemandu sekaligus tukang ojek di objek wisata Pantai Sawarna menceritakan asal pantai itu kepada wartawan merdeka.com, Mardani.

Menurutnya, nama Pantai Sawarna diambil dari nama kepala desa pertama di tempat itu. Kepala desa itu bernama Swarna dan merupakan tokoh kampung.

"Swarna orang pertama yang menjadi kepala desa di sini. Dia tetua di sini. Dia hidup tahun 1900-an. Jadi diambilah namanya menjadi nama desa," katanya, Selasa (13/1).

Menurutnya, salah satu alasan desa berpantai indah itu dinamakan Sawarna untuk menandakan bahwa penduduk di lokasi itu satu warna yakni masyarakat Sunda. Lantas mengapa Swarna menjadi Sawarna? Karena satu warna dalam bahasa Sunda adalah Sawarna.

Di Sawarna sendiri ada sembilan titik lokasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan. Sembilan lokasi itu yakni: Karang Taraje, Legon Pari, Karang Bereum, Tanjung Layar, Pasir Putih, Goa Lalay, Goa Langir, Karang Bokor, dan Pulo Manuk.

Namun, untuk dapat mengunjungi sembilan lokasi itu, Anda harus menyewa ojek. Sebab, untuk mencapai lokasi tak selalu bisa dilalui mobil.

Soal harga ojek, biasanya pengunjung dikenakan harga Rp 150 ribu. Dengan jumlah itu Anda akan diantar ke sembilan lokasi wisata tersebut.

Menurut Edwin, kegiatan wisata di Pantai Sawarna baru dibuka pada 2010. Kawasan itu kemudian mulai ramai dikunjungi wisatawan pada 2011.

"Paling ramai biasanya pas Tahun Baru, Natal, Lebaran. Biasanya macet parah, karena banyak kendaraan, kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Bogor, Sukabumi," jelasnya.

Cara Memperbaiki Mesin Cuci 2 Tabung dan Masalah yang Sering Terjadi

Cara Memperbaiki Mesin Cuci 2 Tabung dan Masalah yang Sering Terjadi


Cara Memperbaiki Mesin Cuci 2 Tabung

Masalah yang Sering Terjadi pada Mesin cuci dan Cara Memperbaikinya


  1. Kapasitor Mesin cuci Rusak, Rusak disini artinya bisa jadi kapasitornya kering atau bocor atau bahkan meledak. tidak menutup kemungkinan juga kondisi fisik dari kapasitor mesin cuci masih bagus namun sebenarnya  kapasitor tersebut sudah rusak
  2. As Mesin Cuci seret, rupanya kasus ini tidak hanya terjadi pada kipas angin saja, mesin cuci pun juga mengalami masalah yang sama. Ini biasanya dikarenakan pelumasnya jadi kering sehingga menyebabkan As nya tidak mau berputar. Untuk pengecekannya Anda lepas terlebih dulu V belt nya kemudian anda putar pulley yang menempel pada As motor, bila berat maka kemungkinan memang as nya kotor.
  3. Bos As atau As aus, Jika Bos As atau As nya aus maka ketika dihidupkan mesin/motor akan mendengung keras sekali, untuk bos As sebelah atas pengecekannya adalah dengan cara anda lepas dulu V belt nya terus kemudian anda gerakkan As tersebut kekiri dan kekanan bila goyang itu artinya bos atau As nya memang Aus. Yang lebih sulit adalah pengecekan bos as atau As sebelah bawah, tidak ada cara lain kecuali harus dibongkar lebih dulu motornya.
  4. Motor Basah, Biasanya ini disebabkan karena Seal atau As Gear Box aus sehingga air dari atas sedikit demi sedikit akan mengalir ke bawah lalu ketika mesin dihidupkan airnya akan nyiprat dan membasahi motor beserta kumparannya, kemudian akan menyebabkan kumparannya jadi short. Untuk pengecekannya anda bisa langsung lihat kondisi motornya, kalau memang basah berarti harus dikeringkan lebih dulu.
  5. Kumparan motor soak atau short, bila semua sebab diatas tidak didapati maka ini adalah kemungkinan terakhir dan terburuk yaitu kumparannya sudah soak atau short bahkan mungkin sudah terbakar. Untuk pengecekannya harus menggunakan alat tersendiri yaitu tang amper atau bisa pula dengan amper meter. bila hasil pengukurannya lebih dari 0.6 Amper ketika tanpa beban maka bisa dipastikan motornya sudah rusak, silahkan di gulung ulang atau dibelikan motor yang baru.

 Cara memperbaiki mesin cuci pulsator tidak berputar

Ini adalah masalah yang sering terjadi yaitu kerusakan pada mesin cuci dua tabung adalah tidak berputarnya Pulsator pada tabung pencuci meskipun motor pencuci berputar dengan normal, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya yaitu:
  •     Tali karet/Vbelt penghubung motor pencuci ke gearbox longgar.
  •     Gigi pada bagian dalam gearbox atau as pulsator sudah aus atau rontok.

Cara memperbaiki tali karet/Vbelt Mesin Cuci yang kendor:

  1. Pindahkan mesin cuci ke tempat yang agak luas dan cukup cahaya agar mempermudah dalam proses perbaikan.
  2. Taruh mesin cuci di lantai dengan posisi bagian depan mesin cuci berada di lantai sedangkan sisi bagian belakang berada di atas.
  3.   Buka penutup yang berada di belakang badan mesin cuci kemudian lihatlah posisi tali karet/Vbelt apakah kencang atau kendor, untuk memastikannya cobalah nyalakan mesin cuci beberapa saat, bila putaran motor normal tetapi putaran gearbox tidak stabil atau bahkan tidak berputar sama sekali ini menandakan kalau tali karet/Vbelt dalam keadaan longgar.
  4.  Longgarkan ketiga baut(umumnya berukuran 10/12) yang berfungsi menempelkan motor pencuci ke badan mesin cuci kemudian tarik dan tahan badan motor agar menjauh dari letak gearbox(bisa dilihat dengan berubahnya letak baud) lalu kencangkan ketiga baud tadi agar posisi motor tidak tertarik lagi ke posisi semula.
  5. Untuk menguji kekencangan tali karet/Vbelt nyalakan mesin beberapa saat, bila putaran gearbox dan pulsator sudah normal maka tali karet/Vbelt sudah tidak kendor lagi.
  6.  Bila posisi motor sudah durobah tetapi karet/Vbelt masih longgar maka tali/Vbelt tersebut harus diganti baru, gantilah tali karet/Vbelt tersebut sesuai dengan ukurannya, bawalah tali karet/Vbelt saat anda akan membeli yang baru karena terdapat bermacam-macam bentuk dan ukuran yang ada di pasaran, kadang-kadang ukuran yang tertulis pada pinggiran tali karet/Vbelt berbeda dengan ukuran fisiknya, sebagai contoh saya pernah membeli hanya dengan mengingat ukuran angka yang tertulis di tali karet/Vbelt yang sudah longgar setelah saya bawa ke rumah ternyata ukuran fisik yang baru lebih kecil sehingga tidak dapat dipasang pada motor pencuci dan gearbox meskipun dudukan motor pencuci sudah disetel.
  7. Jika pada tali karet/Vbelt pengganti sudah didapatkan pasanglah seperti posisi sebelumnya, untuk menyetelnya lakukan perubahan posisi motor pencuci dengan merubah letak ketiga baudnya.

Membuat Alarem Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan

Membuat Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan

Rangkaian alarm cahaya ini berfungsi untuk memberikan indikator berupa suara apabila tempat penyimpanan terbuka. Rangkaian alarm cahaya ini dibuat dan diperuntukan pada tempat penyimpanan barang berharga seperti brankas. Rangkaian alarm cahaya ini sangat sederhana namun mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam memberikan indikator terbukanya lemari/laci yang seharusnya tertutup. Alarm cahaya ini aktif ketika mendapat cahaya.

Rangkaian Lengkap Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan

Rangkaian Lengkap Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan,cara membuat alarm,membuat rangkaian alarm cahaya,merakit alarm cahaya
Rangkaian alarm cahaya ini cara kerjanya sangat mudah dan pembuatannya juga tidak terlalu rumit, sederhana. Dari namanya sudah dapat diketahui bahwa alarm ini akan bekerja ketika terdeteksi adanya cahaya. Dengan fungsi tersebut maka rangkaian in dapat digunakan sebagai alarm pencuri atau alarm terbukanya lemari/laci yang seharusnya tertutup.

Sistem Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan

Alarm ini dikatifkan ketika adanya cahaya yang datang pada sensor dengan taraf keterangan tertentu. Pengaturan taraf terang – redup ini dapat dilakukan dengan mengatur potensiometer R12. Sistem ini mempunyai 2 keunggulan yaitu dilengkapi dengan waktu tunda pengaktifan alarm, pengaturan bunyi buzzer dan detektor baterai.

Rangkaian Tunda Pada Alarm Cahaya Untuk Penyimpanan

Rangkaian tunda,bagian tunda alarm,bagian alarm cahaya
Rangkaian alarm cahaya ini menggunakan sumber tenaga berupa baterai 9V agar dapat dibawa-bawa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk diberikan sumber tenaga dari sebuah power suplai 12V. Rangkaian pada gambar 1 merupakan bagian dari rangkaian lengkap alarm cahaya. Pada gambar 1 merupakan rangkaian yang menunda aktifnya alarm ketika tombol SW1 di ‘ON’-kan/di tekan.
Dengan adanya rangkaian ini maka memungkinkan user untuk meletakkan alarm ini di dalam sebuah lemari/laci sebelum alarm aktif. Rangkaian in dibentuk dari rangkaian C1, R1, R2, Q1 dan D1. Pada saat tombol SW1 maka kapasitor C1 akan mengisi muatan melalui R1 sehingga tegangan basis menjadi turun mendekati 0 volt. Kondisi ini akan menyebabkan transistor Q1 akan aktif dan memaksa tegangan di pin 1 IC 1A akan high.
IC 1 merupakan gerbang inverter dengan schimtt trigger sebanya 6 buah. IC in merupakan IC CMOS sehingga tegangan suplainya maksimal adalah 18 volt sehingga dengan tegangan suplai saat ini (9 V dari baterai atau 12V dari power suplai eksternal) masih dapat bekerja dengan baik.
Kondisi pin 1 pada IC1 yang high ini akan menyebabkan berapapun tegangan yang dihasilkan oleh pembagian tegangan R3, R12 dan R11 (LDR) tidak berubah yaitu mendekati 5 volt.
Beberapa saat setelah muatan kapasitor telah penuh maka tegangan basis Q1 sudah cukup untuk membuat Q1 untuk OFF sehingga tegangan di pin 1 benar-benar dikendalikan oleh pembagian tegangan antara R3, R12 (potensiometer) dan R11 (LDR).
Jadi ketika Q1 ON maka tegangan di titik pin 1 IC1 akan ditahan tetap sekitar 5 volt dan tegangan pembagian antara R3, R11, dan R12 akan diabaikan. Sebaliknya ketika Q1 OFF maka tegangan di titik pin 1 IC1 akan ditentukan oleh pembagian tegangan antara ketiga tahanan tersebut. Oleh sebab itu ketika Q1 ON maka apa pun kondisi cahaya lampu (terang/redup) tidak akan mempengaruhi sistem sehingga buzzer akan selalu OFF. Jika diperlukan waktu tunda yang lebih lama maka nilai kapasitor C1 dapat diganti dengan yang sedikit lebih besar. Semakin besar nilai kapasitor C1 akan menyebabkan waktu tunda keaktifan sistem akan semakin lama.

Rangkaian Schmitt Trigger dan Pewaktu Buzzer Pada Alarm Cahaya Untuk Penyimpanan

Rangkaian yang paling depan pada gambar 2 merupakan rangkaian untuk menentukan logika dari suatu keadaan terang gelap cahaya. Dengan digunakannya inverter dengan schmitt trigger akan mencegah trigger yang tidak diinginkan.
LDR merupakan komponen yang mempunyai karakteristik dimana nilai resistansinya yang tinggi ketika tidak terkena cahaya tetapi nilai resistansinya akan turun dengan drastis ketika LDR terkena cahaya. Besarnya penurunan nilai resistansi LDR juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang masuk ke LDR, semakin tinggi intensitas cahayanya maka semakin rendah pula nilai resistansinya.
Ketika Q1 OFF dan dalam kondisi gelap maka tegangan di pin 1 IC1 akan dihasilkan dari pembagian tegangan antara R3, R11 dan R12 akan menghasilkan tegangan yang cukup tinggi, cukup untuk dianggap logika high oleh gerbang inverter.
Sedangkan sebaliknya ketika dalam kondisi terang maka tegangan di pin 1 akan cukup rendah karena nilai resistansi LDR yang turun drastis. Nilai tegangan ini bervariasi berdasarkan tingkat terang-redupnya cahaya yang masuk ke LDR. Kondisi ini dapat menimbulkan trigger yang berulang-ulang sehingga untuk menghindari trigger seperti ini digunakan gerbang dengan schmitt trigger, dalam sistem ini digunakan gerbang inverter. Dasar pemilihannya adalah karena murah dan di dalam satu kemasan terdapat 6 gerbang.
Output dari inverter IC1a sudah berupa logika dan dapat diumpakan langsung ke buzzer. Namun, pada gambar 2, di depan IC1a ditambahkan rangkaian yang berfungsi untuk mengatur cara/lama bunyi dari buzzer. Ketika output dari gerbang IC1a high maka melalui R4 dan C4 (LPF filter) akan men-drive IC1b sehingga outputnya menjadi low dan menyebabkan kapasitor C6 mengosongkan muatan. Kondisi ini akan menyebabkan tegangan di pin 5 IC1C akan low untuk selang beberapa waktu (selama kapasitor C6 dis-charge) dan memberikan output high ke basis transistor Q2. Aktifnya transistor Q2 ini akan menyebabkan buzzer menyala.
Sesaat kemudian (setelah kapasitor C6 dis-charge) kapasitor C6 akan melakukan pengisian ulang dan kemudian tegangan di pin 5 IC1c akan naik kembali dari menghasilkan output low pada basis transistor Q2, buzzer mati. Jadi lama buzzer aktif ditentukan dari lama waktu dis-charge – charge kapasitor C6 dan R6.
Tetapi jika diinginkan buzzer tetap aktif selamanya sampai SW1 OFF maka jumper JP3 dapat disambungkan. JP3 yang tersambung akan memaksa tegangan diinput pin 3 IC1b akan low sehingga buzzer akan berbunyi terus walaupun LDR sudah tidak terkena cahaya lagi. Buzzer akan mati setalh tombol SW1 OFF. Sebaliknya ketika jumper JP3 ini tidak dihubungkan maka buzzer akan berbunyi hanya ketika LDR terkena cahaya. Setelah LDR tidak terkena cahaya maka buzzer akan tidak berbunyi.

Rangkaian Detektor Low Battery Pada Alarm Cahaya Untuk Penyimpanan

Rangakaian Detektor Low Baterry Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan
Sistem ini memang didisain dengan menggunakan power suplai dari baterai oleh sebab itu perlu dibuat detektor baterai agar dapat dketahui kapan baterai yang digunakan tesebut sudah layak untuk diganti. Tegangan baterai yang terlau rendah dapat menyebabkan sistem alarm salah dalam mengartikan terang-gelap cahaya. Selain itu bunyi buzzer pun akan semakin keci dan lemah.
Seperti pada gambar 3, detektor baterai dibangun dari rangkaian D7 dan R10. Ketika tegangan baterai (VCC) di atas 4.3 volt maka masih terdapat arus bocor menuju R10 dan cukup untuk menyebakan tegangan di pin 9 IC1d high. Kondisi ini akan menyebabkan osilator yang dibentuk dari rangkaian IC1e, R9, C8, C5, dan R8 tidak bekerja sehingga menyebabkan tegangan di pin 13 IC1f high. Kondisi ini akan menyebabkan Q2 OFF dan hanya tergantung dari IC1c.
Sebaliknya ketika tegangan baterai sudah dibawah tegangan 4.3 volt maka tidak ada arus bocor menuju R10 sehingga tegangan di pin 9 akan mendekati 0 volt dan dianggap sebagai logika low. Kondisi ini menyebabkan osilator aktif sehingga pin 13 IC1f akan mendapat pulsa-pulsa dari osilator sehingga Q2 akan aktif pula. Pulsa-pulsa yang dihasilkan oleh IC1f akan mengaktifkan Q2 walaupun IC1c juga aktif.
Hal ini nantinya kan terdengar dengan perpaduan bunyi dengan frekuensi yang lebih tinggi bunyi buzzer ketika sistem mendapatkan cukup cahaya.

Pengaturan Kepekaan LDR Rangkaian Alarm Cahaya Untuk Tempan Penyimpanan

Pengaturan kepekaan LDR diatur dengan menggunakan potensiometer R11. Pada pengaturan awal, posisikan potensiometer kira ditengah-tengah. Kemudian letakkan cahaya pada tempat yang ingin di deteksi dan aturlah potensiometer supaya menghasilkan bunyi ketika mendapatkan cahaya dan tidak berbunyi ketika sistem tidak mendapatkan cahaya.
Durasi pengatikfan buzzer ditentukan oleh nilai C6 dan R6, untuk waktu yang lebih lama disarankan untuk mengganti nilai kapasitor dengan nilai yang lebih tinggi.
Untuk buzzer yang lebih besar, yang membutuhkan arus lebih besar transistor Q2 dapat diganti dengan transistor darlington yang mempunyai arus kolektor lebih besar. Perhatikan konsumsi arus buzzer dan kemampuan arus yang mampu dilewatkan oleh kolektor pada transistor Q2.
Rangkaian alarm cahaya untuk tempat penyimpanan diatas disupply dengan batery 9 volt dan dilengkapi dengan detektor low baterry. Sehingga selain memiliki sensitifitas tinggi terhadap perubahan cahaya dengan meberikan bunyi pada saat terkena cahaya, pada saat energi baterry hampir habis rangkaian alarm cahaya untuk tempat penyimpanan ini juga akan berbunyi.

Instalasi Audio Mobil

INSTALASI AUDIO MOBIL

Rangkaian penguat audio pada kendaraan bermotor ( mobil )  pada prinsipnya sama dengan peralatan peralatan audio hifi home teater . Audio player theater berupa CD/ VCD/ DVD/ MP3 , baik yang portable maupun smartphone / computer yang berfungsi sebagai mereproduksi music / audio , Pada peralatan audio mobil, peralatan audio player disebut dengan Head Unit yaitu bagian yang memproduksi audio / music. Di dalamnya terdapat berbagai peralatan untuk input yang menjadi kesatuan.
  1. Head Unit
Peralatan audio yang sangat umum adalah radio/tape player / CD player / DVD player yang secara umum diuraikan sebagai Head unit, juga dinamakan head deck.
Sekarang telah dikembangkan teknologi head unit ditambahkan CD player dengan MP3, Ogg WMA, AAC dan dukungan USB, Bluetooth serta Wi-Fi. Mobil modern kebanyakan mempuntai CD player dan beberapa mempunyai pilihan untuk CD cahnger, yang dapat dipasang disc ganda juga dalam head unit itu sendiri atau terpisah ditempatkan dalam konsol.
Bahkan terakhir telah ditambahkan DVD player dan layar LCD. Layar LCD juga diintegrasikan ke dalam onstrumen  konsol. DVD head unit mengumpankan video keluaran ke dalam peraga yang dipasang secara terpisah atau ditempatkan ke dalam sandaran untuk dilihat penumpang di belakang. Layar video dapat juga menunjukan keluaran video dari komponen lain seperti system navigasi, game konsol atau kamera parkir yang dapat secara otomatis diaktifkan bila mobil bergerak mundur. Head unit pada umumnya menawarkan beberapa cross over (audio cross over) dan equalization.
Pada umumnya meliputi equalizer parametric dan atau grafis. Cross over biasanya menggunakan filter pelewat frekuensi tinggi dan frekuensi rendah hanya mengirimkan cakupan frekuensi tertentu ke komponen tertentu. Filter subsonic umumnya menangani penguat yang bukan head unit.
  1. Power Amplifier
Dalam bidang audio, khususnya Audio Mobil (Car Audio), amplifier biasa dikenal juga dengan sebutan power. Penggunaan amplifier dalam sistem Audio Mobil bertujuan untuk dapat menguatkan signal suara yang berasal dari main source atau head unit yang kemudian akan dialirkan ke speaker. Jadi amplifier bertugas menerima sinyal suara dari source dan mengolahnya agar sinyal suara memiliki tenaga yang lebih besar dan kuat sehingga speaker mampu mengeluarkan suara yang maksimal karena mendapatkan asupan tenaga yang dibutuhkannya dalam mengeluarkan gelombang suara.
Amplifier untuk penggunaan Car Audio, secara umum dikenal dengan jenis multi channel dan monoblock. Amplifier multi channel umumnya digunakan untuk menguatkan keluaran (output) sinyal Sound Audio dalam bentuk arus listrik ke speaker (Tweeter, Midrange, Midbass ataupun speaker Coaxial), sedangkan untuk yang jenis monoblock, biasa digunakan khusus untuk menguatkan sinyal yang akan dialirkan ke Subwoofer yang sangat membutuhkan daya yang besar(Audio Sound).
Sedangkan secara khususnya, Menurut Johny, instalatur dari Mega Audio, di bilangan Jakarta Barat, amplifier dikenal juga dengan beberapa jenis amplifier(Audio Sound), yaitu jenis kelas (Class) A, B, AB, D, Hybrid, Tube (Tabung) dan masing-masing jenis memiliki karakter, daya output yang berbeda-beda, yaitu :
Class A : Memiliki kualitas yang paling baik untuk menghasilkan kualitas suara, namun sangat boros tenaga dan lebih cepat panas. Harga untuk jenis ini umumnya dibanderol dengan harga yang sangat mahal, umumnya bisa lebih dari 20 juta rupiah per unitnya, akan tetapi itupun tergantung dari merk-nya.
Class B : Tidak cepat panas dan tidak boros tenaga, namun memiliki kualitas dalam menghasilkan suara yang cukup baik.
Class AB : Adalah yang paling banyak digunakan oleh pemain car audio, karena karakternya merupakan gabungan dari amplifier class A dan B, sehingga dapat lebih efisien dan fleksibel untuk digunakan dalam car audio system dan memiliki kualitas lebih baik dari kelas B.
Class D : Jenis ini paling banyak dipakai untuk men-drive subwoofer dan digunakan untuk konsep SPL (Sound Pressure Level) karena amplifier class D memiliki daya (Watt) yang besar dan mampu dibebani hingga dibawah 1 Ohm, sehingga mampu menghasilkan suara bass yang lebih dynamic dan biasanya jenis class D itu adalah monoblock amplifier.
Hybrid : Jenis amplifier ini adalah yang komponennya elektroniknya menggunakan transistor dan juga tube (tabung). Penggabungan kedua komponen ini membuat amplifier jenis ini mampu menghasilkan kualitas suara yang berkarakter cukup tebal dengan tonal akurasi yang baik layaknya amplifier full tabung, namun tetap dapat dimiliki dengan harga yang masih terjangkau. Biasanya amplifier jenis Hybrid memiliki harga ± 4 juta-an *(tergantung merk)
Tube (Tabung) : Kalangan penggila car audio mengenal amplifier jenis ini lebih bisa menghasilkan suara yang berkualitas dengan karakter suara vokal yang lebih natural, tebal dan tidak kaku / kering, namun amplifier jenis tabung, umumnya memiliki harga yang sangat mahal untuk dimiliki, kisaran harganya bisa diatas 40 juta rupiah.
Dengan adanya perbedaan kualitas, karakter dan komponen dari tiap jenis amplifier, membuktikan bahwa kualitas amplifier juga dapat menentukan karakter serta kualitas suara yang dihasilkan dalam sebuah sistem Audio Sound mobil. Untuk itu sebelum membeli amplifier harus banyak yang dipertimbangkan agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips memilih amplifier(Audio Cars) :
  1. Pilih amplifier dengan nilai RMS (watt) yang besar dan THD-nya yang kecil.
    Desain dan kualitas bahan juga tetap harus diperhatikan.
  2. Sesuaikan daya / RMS amplifier dengan kebutuhan speaker yang akan digunakan. Daya amplifier harus sesuai atau lebih besar dari yang dibutuhkan speaker, karena apabila dayanya lebih kecil dari kebutuhan speaker dapat menyebabkan kerusakan pada speaker yang digunakan, karena adanya 'signal clipping'.
  1. Cross Over
Pada dasarnya crossover terbagi dua jenis yaitu aktif crossover dan pasif crossover, yang kedua jenis tersebut terbagi lagi dalam Crosover seri dan parallel.Pasif crossover adalah jenis crosover mobil yang bisa langsung dihubungkan langsung dihubungkan dengan speaker. Pasif crossover ini membutuhkan catu daya sebesar CT 15 Volt untuk mengalirkan daya ke komponen aktifnya dan crosover jenis ini juga membutuhkan dua buah IC TL-072 untuk membantu mengalurkan daya. Sedangkan untuk aktif crossover adalah pada alat jenis aktif crossover ini, alatnya menggunakan listrik buat menghidupkannya, singkat kata cara kerjanya adalah cutting freq filternya atau menggunakan sebuah rangkaian elektronik. Dari kedua jenis tersebut jenis crossover pasif masih menjadi pilihan karena pemakaiannya yang lebih praktis dari jenis aktiv crossover.
crossover berguna untuk pembagi frekuensi dalam sound reinforcement. Dan dalam crosover tersebut ada 3 hal yang terpenting yang harus dipahami:
  • High pass filter, bagian ini berfungsi menyaring frekuensi suara tweeter
  • Mid pass filter, bagian ini berfungsi menyaring frekuensi suara midrange
  • Low pass filter, baguan ini berfungsing menyaring frekuensi suara midbass dan subswoofer.
crossover sound adalah suara yang dihasilkan oleh crossover. Sebagian orang menyukai suara yang keras ketika mendengarkan musik, namun adapula yang menyukai suara yang jernih dalam mendengarkan musik. Selera orang memang berbeda-beda, persepsi seseorang tentang keindahan suara pun dapat berbeda-beda.
crossover adalah perangkat penyaringan yang membatasi frekuensi yang mencapai pembicara. Ia membagi sinyal musik ke dalam rentang frekuensi terpisah dan mengirimkannya ke speaker yang dirancang untuk mereproduksi terbaik masing-masing rentang frekuensi. Crossover pasif sangat umum. Pada dasarnya koil kapasitor atau dipasang pada speaker mengarah antara amplifier dan speaker yang berhenti mencapai frekuensi tertentu dari pembicara. Ini relatif murah dan mudah untuk menginstal. Crossover aktif hampir tak terbatas disesuaikan. dapat bervariasi poin crossover dan menyesuaikan tingkat speaker terpisah untuk mencapai keseluruhan suara terbaik di dalam kendaraan.
  1. Loadspeaker
Speaker merupakan salah satu perlalatan output komputer berbentuk kotak atau bulat dengan kemasan unik yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil pemrosesan berupa suara dari komputer. Agar speaker dapat berfungsi diperlukan hardware berupa sound card (pemroses audio/sound) .
C:\Users\Lusy\Documents\DSC_0000224.jpg
C:\Users\Lusy\Documents\DSC_0000242.jpg
Speaker memiliki bentuk, fitur dan ukuran yang beraneka macam dengan tawaran kualitas yang bagus dan harganya yang semakin murah. Saat ini speaker merupakan hardware yang hampir tidak dapat terpisahkan dengan komputer, karena pengguna dapat terhibur dengan mendengarkan lagu dan bisa juga sebagai efek suara sebagai pemutar video
Sebagian besar mobil sekarang memiliki speaker stereo mobil ini sebagai salah satu fitur namun tidak semua stereo memiliki kualitas yang baik. Jika ingin menikmati musik menggunakan speaker mobil dan sistem audio yang enak didengar telinga sangat penting untuk menemukan speaker kanan dan sistem stereo.
Troubleshooting / permasalahan pada Speaker :
1)    Speaker tidak dapat mengeluarkan suara
2)    Terdengar suara yang sangat pelan dari speaker
3)    Suara yang dihasilkan tidak jelas atau terputus-putus
4)    Salah satu speaker tidak mengeluarkan suara
Solusi untuk mengatasi masalah seperti di atas :
1)   Periksa apakah speaker sudah terhubung dengan arus listrik atau tidak
2)   Pastikan kabel tidak rusak atau putus dan pastikan konektor kabel sudah terpasang dengan baik
3)   Periksa pengaturan suara melalui komputer, dengan cara klik  start > all program > accessories >    entertainment > volume control (pada Windows XP)
4)   Pastikan driver sound card sudah terinstal dan tidak corrupt atau rusak. (misalnya realtek AC97)
5)   Periksa apakah sound card dalam keadaan baik atau tidak.
6)   Coba gunakan speaker di komputer yang lain, bila bisa digunakan berarti ada masalah pada speakernya.
  1. Power Suplay ( Perangkat Tambahan )
Pengertian Power Supply adalah sebagai alat atau perangkat keras yang mampu menyuplai tenaga atau tegangan listrik secara langsung dari sumber tegangan listrik ke tegangan listrik yang lainnya. C:\Users\Lusy\Documents\Foto-0033.jpg
  1. Sub Wover
Subwoofer adalah jenis perangkat individu dalam pengeras suara yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan suara, memiliki diafragma berbentuk kerucut, dan biasanya digunakan untuk memproduksi pertengahan dan bagian frekuensi rendah dari sinyal musik. Biasanya untuk mereproduksi frekuensi audio bernada rendah bass.
Rentang frekuensi yang khusus untuk sebuah subwoofer adalah sekitar 20-200 Hz untuk produk konsumen, dibawah 100 Hz untuk suara profesional yang lebih hidup, dan dibawah 80 Hz dalam THX-yang disetujui sistem. Subwoofer ini dimaksudkan untuk menambah rentan frekuensi rendah pengeras suara yang mencakup pita frekuensi yang lebih tinggi. Subwoofer dibuat untuk satu atau lebih transduser pengeras suara dalam sebuah kabinet pengeras suara yang mampu menahan tekanan udara saat melawan deformasi. Subwoofer datang dari berbagai desain, termasuk reflex bass (dengan radiator pasif dalam kabinet), tanpa batas penyekat, klakson, desain brandpass, merepresentasikan hal yang sehubungan dengan efisiensi, lebar pita, ukuran dan biaya. Subwoofer pasif memiliki trasnsduser dan kabinet yang didukung oleh sebuah penguat luar. Subwoofer aktif termasuk dalam sebuah penguat yang ada di dalam.

Audio mobil

Subwoofer saat ini sudah digunakan untuk mobil terutama bagi orang yang menginginkan gebukan bass dimobilnya lebih terdengar meskipun dengan audio sistem yang standar. Mobil cocok untuk pendekatan tersembunyi subwoofer karena keterbatasan ruang dalam kompartemen penumpang. Subwoofer dipasang di bagasi atau ruang kursi belakang. Beberapa penggemar audio mobil bersaing untuk menghasilkan tingkat tekanan suara yang sangat tinggi dalam batas-batas kabin kendaraan mereka. Banyak subwoofer mampu menghasilkan kadar tinggi di mobil karena volume kecil khas interior mobil.

Pengeras suara dan desain kabinet

Subwoofer menggunakan perangkat individu pengeras suara yang biasa berukuran diameter 8 dan 21 inci. Beberapa subwoofer jarang menggunakan perangkat yang lebih besar, dan subwoofer tunggal prototipe besar 60 inci telah dibuat. Pada spektrum yang lebih kecil., perangkat subwoofer sekecil 4 inci dapat digunakan, tergantung pada desain pengeras suara (kabinet), level tekanan suara yang diinginkan, frekuensi terendah yang ditargetkan dan tingkat distorsi diizinkan. Ukuran pengendali subwoofer yang paling umum digunakan untuk penguatan suara adalah model 10 inci, 12 inci, 15 inci, dan 18 inci. Penguatan terbesar subwoofer dihasilkan oleh perangkat berukuran 21 inci.

Rentang Frekuensi dan Respon Frekuensi

Rentang frekuensi yang khas untuk subwoofer adalah antara 20-200 Hz. Sistem profesional subwoofer untuk konser sistem biasanya beroperasi di bawah 100 Hz, dan sistem THX beroperasi di bawah 80 Hz. Spesifikasi tanggapan frekuensi dari pengeras suara sebagai upaya untuk menggambarkan rentang frekuensi atau nada musik yang bisa di reproduksi dapat diukur dalam Hertz. Subwoofer bervariasi dalam hal kisaran nada yang mereka dapat di reproduksi, tergantung pada sejumlah faktor seperti ukuran kabinet dan konstruksi desain kabinet dan perangkat lainnya.
 Spesifikasi respon frekuensi bergantung sepenuhnya untuk relevansi pada nilai amplitudo. Pengukuran yang dilakukan dalam rentang amplitudo yang lebih luas akan memberikan respon frekuensi yang lebih luas. Sebagai contoh, ‘’’Subwoofer sistem JBL 4688 TCB’’’ yang dirancang untuk sistem bioskop, memiliki respon frekuensi 23-350 Hz ketika diukur dalam batas 10 desibel (0 dB sampai -10 dB) dan respon frekuensi yang sempit 28-120 Hz ketika diukur dalam batas enam desibel (± 3 dB).
Selain itu, subwoofer bervariasi dalam hal tingkat tekanan suara dicapai dan tingkat distorsi yang dihasilkan. Subwoofer Abyss, misalnya dapat mereproduksi nada dari 18 Hz (yang adalah tentang nada dari catatan terendah pada organ pipa besar dengan 32-kaki (9,8 m) pipa bass) dengan 120 Hz (± 3 dB). Namun demikian, meskipun subwoofer Abyss bisa turun sampai 18 Hz, frekuensi terendah dan SPL maksimum dengan batas distorsi 10% pada 2 meter di ruangan besar 35,5 Hz pada 79,8 dB. Ini berarti bahwa seseorang memilih subwoofer perlu mempertimbangkan lebih dari sekedar suara terendah yang dapat direproduksi.

Penguat

Subwoofer aktif termasuk penguat sendiri dalam kabinet. Beberapa juga termasuk pemerataan kecocokan dengan pengguna yang memungkinkan untuk meningkatkan atau mengurangi output pada frekuensi tertentu. Variasi meningkatkan ke sistem tata suara parametrik sepenuhnya dimaksudkan untuk rincian pengeras suara dan koreksi ruangan. Beberapa sistem tersebut bahkan dilengkapi dengan mikrofon, untuk mengukur respon di subwoofer. Jadi sistem tata suara otomatis dapat memperbaiki kombinasi subwoofer, lokasi subwoofer, dan respon ruang untuk meminimalkan efek dari mode ruangan dan meningkatkan kinerja frekuensi rendah.
Subwoofer Pasif memiliki perangkat pengeras suara subwoofer dan kabinet, tetapi tidak termasuk penguat. kadang-kadang menggabungkan pindah silang secara internal dengan frekuensi filter yang ditentukan di pabrik. Biasanya ini digunakan dengan kekuatan penguat pihak ketiga, pindah silang aktif sebelumnya dalam rantai sinyal. Sementara beberapa sistem audio rumah menggunakan subwoofer pasif, format ini masih populer di industri profesional audio. Menggunakan subwoofer pasif menambahkan fleksibilitas bagi pengguna, karena pengguna dapat memilih jenis penguat (misalnya: Kelas AB atau Kelas D), amplifikasi baru, atau fitur (misalnya, membatasi untuk mencegah distorsi) yang mereka ingin digunakan dengan pengeras suara.

Proses pengaturan Tata Suara

Proses pengaturan tata suara dapat digunakan untuk mengatur respon ruang sistem subwoofer. Perancang subwoofer aktif kadang-kadang mencakup tingkat pemerataan korektif untuk kompensasi masalah performa yang dikenal. Selain itu, banyak penguat termasuk tapis pelawat rendah, yang mencegah yang tidak diinginkan mencapai frekuensi yang lebih tinggi dari pengendali subwoofer. Misalnya, jika pengeras suara utama pendengar dapat digunakan ke 80 Hz, maka penyaringan subwoofer dapat diatur sehingga subwoofer hanya bekerja di bawah 80. Realisasi penyaringan tidak mengizinkan pemotongan yang tajam, sehingga beberapa tumpang tindih harus dikompensasi. Pemotongan digital pindah silang dapat menghasilkan karakteristik pemotongan lebih tajam dan lebih tepat dari pada pemotongan analog.
 Beberapa sistem menggunakan persamaan parametrik dalam upaya untuk mengoreksi penyimpangan tanggapan frekuensi ruangan. Persamaan ini sering tidak dapat mencapai respon frekuensi yang merata di semua lokasi yang mendengarkan, sebagian karena resonansi (yaitu, gelombang diam) pada frekuensi rendah di hampir semua ruangan. Mencermati posisi subwoofer di dalam ruangan juga dapat membantu meratakan respon frekuensi. Subwoofer yang beragam dapat mengatur respon merata karena dapat diatur untuk merangsang mode ruang lebih merata dari subwoofer tunggal., memungkinkan pemerataan agar lebih efektif.

Tahap Kontrol

Mengubah fase relatif subwoofer sehubungan dengan pengeras suara lain mungkin atau tidak dapat membantu untuk meminimalkan gangguan akustik yang tidak diinginkan destruktif di wilayah frekuensi yang ditutupi oleh kedua subwoofer dan pengeras suara utama. Hal ini tidak dapat membantu di semua frekuensi, dan mungkin dapat membuat masalah lebih lanjut dengan respons frekuensi, tetapi bahkan sangat umumnya diberikan sebagai penyesuaian untuk penguat subwoofer tahap sirkuit. Sirkuit tahap kontrol mungkin pola sirkuit yang sederhana atau variabel kompleks .
Tahap kontrol memungkinkan pendengar untuk mengubah waktu kedatangan gelombang suara subwoofer terhadap frekuensi yang sama dari speaker utama (yaitu di sekitar titik pindah silang untuk subwoofer). Efek yang sama dapat dicapai dengan kontrol delay pada penerima audio rumah. Fase subwoofer kontrol ditemukan pada penguat subwoofer sebenarnya banyak beralih inversi polaritas. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membalikkan polaritas subwoofer relatif terhadap sinyal audio yang sedang diberikan. Jenis kontrol memungkinkan subwoofer baik dalam fase dengan sinyal sumber, atau 180 derajat keluar dari fase.

Subwoofer Servo

Beberapa subwoofer aktif menggunakan mekanisme servo umpan balik berdasarkan gerakan kerucut yang memodifikasi sinyal yang dikirim ke koil suara. Sinyal umpan balik servo berasal dari perbandingan dari sinyal input melawan gerakan aktual kerucut. Sumber biasa dari sinyal umpan balik adalah beberapa putaran kumparan suara melekat pada kerucut atau microchip berbasis accelerometer ditempatkan pada kerucut itu sendiri. Keuntungan dari desain servo baik diterapkan subwoofer adalah untuk mengurangi distorsi.Kelemahan utama adalah biaya dan kompleksitas.
  1. ALAT DAN BAHAN
  1. Adaptor 12V min 5 Ampere        1 set
  2. Speaker Subwover 2 Coil        1 set
  3. Head Unit Car Audio Player        1 set
  4. Loadspeaker Oval Fullrange        1 set
  5. Kabel listrik        secukupnya
  1. GAMBAR RANGKAIAN
C:\Users\Lusy\Documents\Foto2065.jpg
  1. LANGKAH KERJA
  1. Lengkapilah peralatan dan bahan praktikum yang akan digunakan , periksa terlebih dahulu peralatan dan pastikan peralatan bekerja dalam kadaan baik dan bekerja.
  2. Gunakan head unit yang tersedia dan catat serta analilis prinsip kerja setrta fungsi – fungsi player yang tersedia pada head unit.
  3. Gunakan loadspeaker sesuai dengan jenis dan karakteristik, pasang pada peralatan head unit yang tersedia
  4. Bunyikan dan dengarkan suara yang dihasilkannya. Atur pengaturan volume , nada bass dan trable sehingga menghasikan bunyi yang enak didengar.
  5. Catat jika terdapat fungsi dan bagian lebih spesifik yang terdapat pada peralatan head unik.
  1. HASIL PENGAMATAN
NO
NAMA BAGIAN
FUNGSI DAN PRINSIP KERJA
1
Mode
Untuk merubah input yang akan di gunakan dari audio ke aux in
2
Mote
Untuk menghentikan semua nada
3
Volume / Potensio
Untuk Memperkecil dan memperbesar suara
4
Tombol Volume(di pencet)
Untuk mengatur nada Bass, Balance, dan Volume
5
Power Tombol
Untuk menghidupkan atau mematikan Head Unit
NO
NAMA BAGIAN
FUNGSI DAN PRINSIP KERJA
1
Open close rejek disk
Untuk memasukkan dan mengeluarkan disk
2
Port USB
Input USB, membaca data pada card tersebut
3
Port cd card
Utntuk membaca data pada card tersebu
4
Input aux 3,5 mm
Untuk tempat memasukkan input lainnya
5
Port disk
Untuk tempat memasukkan dick seperti DVD, VCD, MPEG4
  1. EVALUASI DAN PENUGASAN
  1. Apa yang terjadi pada saat panpot atau balace diatur pada posisi kanan dan kiri?
Jawab : Maka speaker yang hidup sesuai arah posisi panpotnya, bila berada di arah ke kiri, maka suara yang terdengar berasal dari speaker kiri saja, dan bila posisi pantpot di putar arah kekanan maka suara yang terdengar hanya dari speaker kanan saja.
  1. Cari dan jelaskan fungsi dari peralatan-peralatan audio mobil yang lain dan jelaskan fungsi dan spesifikasinya
----------Fungsi peralatan audio sudah di jelasakan pada teori pendukung sebelumnya….
  1. KESIMPULAN
  1. Head Unit merupakan perangkat audio yang terpenting dalam audio mobil, Head unit dalam hal ini adalah jantung dari keseluruhan sistem. Pemain cassette/fm/cd/dvd/mp yang dimasukkan ke dalam dashboard adalah satu-satunya tempat dari mana seluruh sistem dioperasikan.
  2. Untuk mengatur nada, volume, dan tempat memasukkan berbagai jenis input dilakukan pada Head Unit.
  3. Berdasarkan praktikum, kita harus berhati-hati dalam menyambung kabel-kabel sesuai dengan instruksi-instruksi uang ada pada petunjuk di permukaan head unit.